Etnografi ala Rumah Bugis-Makassar
By: IJHAL THAMAONA Satu masa di penghujung 2004. Saat matahari mulai rembang petang, saya bersama Bissu Saidi pimpinan bissu Segeri Pangkep kala itu, tiba di sebuah rumah seorang tokoh adat. K etika itu saya sedang penelitian. Tentu maksud kedatangan saya di rumah itu, bukan lain , ingin mewawancarai si tokoh adat. Sampailah saya di rumah panggungnya yang terlihat mulai doyong ke kiri. Tidak berselang lama, tokoh adat itu muncul menemui kami. Penampilannya sangat sederhana. Kemeja putih dan sarung yang mulai lusuh. Di atas kepalanya menclok kopiah yang warna hitamnya mulai memudar. Kami duduk di ruang tamu. Melantai. Di ruang tamu itu tak terlihat sebiji kursi atau pun meja. Rumah yang betul-betul bersahaja, padahal yang punya adalah seorang tokoh adat. Mulanya senyap. Tidak ada yang angkat bicara. Namun apa yang terjadi kemudian, betul-betul saya tidak pernah sangka. Tidak lama saya duduk di ruang tamu ketua adat ini, tak ada angin-tak ada hujan, ia tiba-tiba men...